Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ajian Kulhu Sungsang, Pembakar Jin Kafir dan Senjata Melawan Orang Jahat

Sebuah ilmu pilih tanding berdasarkan kulhu yaitu Ajian Sungsang, dimana sebutan ini sangat dikenal oleh para pecinta ilmu kebatinan amalan dan juga Kejawen yang menghimpun rapalan dari bahasa Jawa.

Sebuah ilmu pilih tanding berdasarkan kulhu yaitu Ajian Sungsang

Mereka yang berkecimpung dalam dunia Spiritual sudah jelas mengetahui Ajian Kulhu Sungsang, baik berdasarkan pembahasan bersama seperguruan atau pun memang menguasai.

Seperti biasanya, Ajian Kulhu Sungsang termasuk salah satu ilmu yang paling banyak diminati untuk bisa mengunakanya.

Maka dari itu artikel ini diterbitkan, mana tau Anda memang mencari info seputaran ajian ini.

Baik hanya sebatas tau atau memang berniat untuk mempelajarinya agar bisa digunakan.

Tapi sayangnya, ada banyak sekali mantra ilmu ini yang bertebaran, sehingga begitu sulit untuk mengetahui sumber mu asal terciptanya Ajian Kulhu Sungsang.

Walaupun begitu tapi tetap saja banyak yang mempelajari dan bisa mengunakanya sesuai dengan fungsi dan manfaatnya.

Untuk sekilas mengetahui tentang ilmu ini tetap bisa kita bahas apa adanya.

Sejarah Ajian Kulhu Sungsang

Seluk beluk Ajian Kulhu Sungsang digambarkan sebuah ilmu warisan para Sunan di tanah Jawa, diturunkan untuk bisa dipergunaan sesuai dengan manfaat sebutanya.

Dimana Kulhu tetap diambil dari surat dalam Al Quran dan Sungsang adalah sebuah nama yang mengartikan terbalik (nyungsang).

Tujuan mempergunakan ilmu ini untuk melawan orang atau bangsa Jin yang berpikiran dan niat lurus berdasarkan niatnya.

Dengan mengunakan Ajian Kulhu Sungsang, apa yang diniatkan tadi akan terbalik menjadi yang lebih baik lagi.

Contohnya ada Jin yang akan memasukan santet, perasaan makhluk tersebut bagus tapi dengan mengunakan Kulhu Sungsang justru kebalikannya untuk memperbaiki yang bagus menjadi lebih baik, sesuai dengan ilmu yang dibaca.

Mantra Ajian Kulhu Sungsang

Niat ingsung kulhu sungsang, rajah Iman berkerudungku malaikat Jibril, tekenku nabi Muhammad Rasulullahi Shollalloohu Alaihi Wassalam.

Diatas adalah mantra yang digunakan untuk membaca kunci saat akan digunakan.

Ajian Kulhu Sungsang tanpa puasa, jadi untuk Anda yang ingin mempelajarinya tidak ada tuntutan harus menebus dengan berpuasa.

Namun diharuskan untuk menjalani Ibadah dan menjauhi larangan.

Walaupun bisa dipakai tapi harus tetap mengetahui makna yang tersirat dalam Ajian ini agar tidak salah paham saat akan digunakan nantinya, berikut beberapa ulasan yang mungkin bisa diambil makna dari mantra ajian kulhu sungsang diatas.

Rajah Iman

Rajah merupakan sebuah tulisan ahli hikmah yang diperuntukan pembuatan sebuah piranti untuk berbagai tujuan.

Seperti Rajahan yang biasanya tertulis pada sabuk atau media yang sering disebut dengan jimat keselamatan.

Contoh pada susunan Kitab Syamsul Ma'arif atau Aufaq Syeh Abdul Qodir Al Jaelani, yang terdapat rajahan untuk dibuat berbagai tujuan.

Tapi Rajah Iman akan tetap diutamakan dengan berbagai surat yang dibaca untuk menambahkan kekuatan (power) penyempurnaan pengisian khodam pada setiap bait Rajahan.

Semuanya tetap kembali pada kedekatan peRajah pada Allah swt, disinilah sangat diutamakan berIbadah.

Kudungku Malaikat Jibril

Kudung adalah pelindung layaknya Jilbab pada perempuan atau kopiah pada lelaki, di gambarkan sebuah pertolongan diharapkan dari Malaikat Jibril yang menyampaikan.

Harapan yang dituju berdasarkan dengan untuk apa Ajian Kulhu Sungsang digunakan.

Namun kita sebagai Manusia apakah memiliki karomah untuk mendapatkan yang dibawa Malaikat Jibril? Tentu bisa iya atau tidak akan sanggup, karena semuanya tetap kembali seberapa dekat kita pada Allah swt.

Sudah jelas tidak akan jauh dari tingkat kepatuhan kita dalam Agama dan menjauhi larangan.

Inilah bait mantra dari Ajian Kulhu Sungsang yang mengambil penyebutan Kudung dari Malaikat Jibril diatas tadi, sedangkan yang terakhir adalah.

Tekenku Nabi Muhammad

Teken adalah Tongkat dimana yang dibutuhkan mengamalkan Ajian Kulhu Sungsang mengharapkan untuk mendapatkan Tongkat dari Nabi Muhammad.

Tongkat yang dimaksudkan bukan sebuah kayu yang digunakan untuk berjalan penopang badan.

Tapi lebih dalam dari itu, yaitu berdirinya Nabi Muhammad sesuai dengan ajaran Agama Islam yang harus kita pelajari dan bawa dalam kehidupan pada sesama dan diri kita sendiri.

Jadi pengamalan Ajian Kulhu Sungsang tetap harus kembali pada Agama, walaupun tanpa puasa dan macam-macam tirakat tetap saja Ibadah harus menjadi Tongkat utama kita berdiri.

Menyikapi Makna Ajian Kulhu Sungsang

Sebelum Anda mengamalkan sebuah ilmu yang digadang-gadangkan memiliki berbagai macam manfaat dan kelebihan dari Ajian Kulhu Sungsang, silahkan disikapi dulu dari bait yang terdapat dalam mantranya.

Setelah benar-benar menjalani dan sesuai dengan apa yang diketahui resapi dalam hati dan mulailah untuk menerapkan dalam diri.

Semakin kuat niat Anda bisa menguasai Ajian Kulhu Sungsang maka melebihi dari itu tujuan utama Anda mendekatkan diri kepada Allah swt.

Bila Anda sudah memahami dari makna diatas tadi, silahkan langsung dicobakan untuk menolong siapa saja yang membutuhkan bantuan dari Anda dengan ilmu kulhu sungsang yang dibacakan mantranya diatas tadi.

Kesimpulan
Ajian Kulhu Sungsang yang banyak kita ketahui dari berbagai sumber, bukalah hanya untuk mendapatkan karomah dari membaca mantranya saja tapi lebih dalam dari itu.

Karena dibaca harus diterapkan dalam diri sendiri yang semuanya akan dikembalikan pada pada amalan yang kita kumpulkan sesuai dengan ajaran Agama Islam, bila keluar dari itu sebaiknya cukupkan Anda berharap bisa mendapatkan karomah dari menguasai Ajian Kulhu Sungsang!