Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Amalan Supaya Pernikahan Di Restui Orang Tua (mertua)

Pernikahan tanpa restu dari orang tua memang sangat menyakitkan, karena tanpa adanya restu yang diberikan akan membuat hubungan baik dari anak atau menantu itu tidak akan harmonis. Sebagian ulama menyatakan, ridho Allah ada pada restu orang tua mu, bagaimana sebuah pernikahan yang tanpa direstui orang tua? Pasti sama halnya tidak mendapatkan ridho dari Allah swt dalam pernikahan tersebut.

amalan supaya pernikahan di restui orang tua

Karena hal inilah, banyak orang mencari cara supaya pernikahannya mendapatkan restu dari Mertua ataupun Orang Tua. Kebanyakan ini dari pihak perempuan, dimana sang calon suami tidak disukai sampai direstui dalam pernikahannya.

Karena dari itu, kalian harus memiliki amalan untuk meluluhkan hati orang tua supaya merestui pernikahan kalian, tapi tetap berada di jalur keagamaan supaya tidak menyimpang apa yang kalian kerjakan.

Ada banyak sekali faktor, mengapa mertua (orang tua) tidak merestui pernikahan anaknya.

Alasan Orang Tua Tidak Menyetujui Pernikahan Anaknya

Sebelum kalian mengunakan amalan untuk meluluhkan hati orang tua, ada baiknya kalian mencari titik kekurangan yang ada dalam diri kalian. Karena tidak mungkin orang tua tidak menyetujui atau merestui sebuah pernikahan tanpa alasan yang jelas.

Faktor utama yang paling banyak terjadi bila pernikahan tidak direstu adalah faktor ekonomi yang kurang atau belum mapan. Bila ini yang terjadi dengan kalian, ada baiknya kalian bersabar dan berusahalah terlebih dahulu untuk mencari pekerjaan yang mantap dan mapan supaya kalian bisa meyakinkan orang tua bahwa telah tepat pilihan kalian.

Beda Keyakinan (agama) ini juga menjadi salah satu faktor tidak di restuinya sebuah pernikahan, bila ini yang terjadi maka, ada baiknya kalian mencari bimbingan dari orang tua yang lebih paham akan hal ini. Maksudnya supaya kalian tidak durhaka kepada orang tua karena telah membangkang kepada mereka.

Memaksakan pernikahan tanpa restu orang tua, bisa berakibat fatal dikemudian hari saat menjalani rumah tangga kalian. Karena orang tua yang memiliki ikatan batin kepada anaknya akan memiliki semacam insting kelebihan dan kekurangan calon menantunya.

Tapi ada saja orang tua yang egois, keras kepala dan maunya mengatur kehidupan sang anak tanpa memikirkan perasaan mereka, dan orang tua yang seperti ini tidak ada salahnya bila kalian mengerjakan wiritan dengan Amalan supaya hatinya luluh dan menerima pernikahan kalian dan juga memberikan restu.

Untuk bisa mengamalkan wirit meluluhkan hati orang tua supaya merestui pernikahan kalian. Hal pertama yang harus kalian tekatkan adalah puasa. Bila kalian telah siap akan semuanya ikutilah tata caranya dibawah ini:

Berpuasa sebelum mengamalkan amalan ini, sebaiknya kalian berpuasa dulu 3 hari. Sebelum melakukan puasa usahakan kalian melakukan sholat sunnah hajat 2 rokaat dan memohon kepada Allah swt, saat niat berpuasa khususkan jika kalian berpuasa untuk meluluhkan hati orang tua atau calon mertua kalian.

Setelah berpuasa lakukanlah sholat hajat kembali, selanjutnya kirimkan terlebih dahulu surat Al Fatiha kepada orang tua atau calon mertua kalian sebanyak 41 kali. Kemudian lanjutkan dengan menzikirkan Yaa Rohmanu Yaa Rokhiem sebanyak 15000 kali, lakukan selama 7 malam berturut-turut.

Hal yang harus kalian sadar terlebih dahulu adalah niat kalian untuk menikah, tulus karena menjalani Ibadah jangan sampai terdapat niat yang buruk dan tanpa jalur keagamaan.

Setelah kalian lakukan cara diatas, sebaiknya temuilah orang tua atau calon mertua kalian untuk merundingkan pernikahan tersebut. Apa bila yang kalian amalkan diatas belum juga mendapatkan restu seperti yang kalian harapkan, ada baiknya koreksi kembali diri serta tata cara yang telah kalian kerjakan.

Penyebab Amalan Tidak di Kabulkan Allah swt

Diatas telah saya sampaikan, bila kalian gagal kembali lagi kepada niat, namun apa bila kalian telah bulat dengan tekad menjalani pernikahan demi Ibadah maka beberapa hal yang harus kalian koreksi adalah.

1. Puasa koreksilah puasa kalian, apakah sudah benar atau batal tanpa di sadari karena dalam mengamalkan sebuah ilmu batalnya puasa yang tanpa disadari inilah yang akan sulit untuk dikoreksi. Untuk memperbaikinya ulangi kembali puasa kalian.

2. Saat Mengamalkan saat wiritan, kebanyakan orang gagal adalah tingkat kosentrasi yang pecah. Saat kalian mewiritkan, pikiran kalian melayang-layang tidak mengindahkan ke 1 titik fokus yaitu wiritan. Hal ini yang paling banyak sekali terjadi pada orang yang baru belajar wiritan, mereka tidak mengosentrasikan pikiran namun hanya terus membaca amalan yang diwiritkan.

Untuk masalah yang nomer 2 ini sangat sulit dicari jalan keluarnya, apa bila kalian buru-buru untuk meluluhkan hati orang tua atau calon mertua kalian. Karena ditahap ini harus kalian pelajari, bagaimana cara mengkosentrasikan pikiran saat wiritan. Saya yakin ini membutuhkan waktu yang lama, tapi ada baiknya kalian mempelajarinya karena disamping bisa untuk mengulur waktu juga akan sangat bermanfaat untuk kehidupan kalian selanjutnya.

Bila ke 2 cara diatas telah kalian pelajari, namun tetap saja gagal maka kalian harus kembali kepada kehendak Allah swt tetap menerima sambil berusaha untuk mendapatkan restu baik dari orang tua atau juga calon mertua kalian. Anggaplah semua itu ujian dari Allah swt dalam pernikahan kalian, selalu sabar dan yakin akan baik pada akhirnya.

Selama kalian percaya bahwa tidak mendapatkan restu dalam pernikahan itu adalah ujian rumah tangga kalian pastikan bahwa Allah swt sangat sayang pada rumah tangga kalian.

Namun harus juga diketahui, baik kalian dari pihak laki-laki atau juga perempuan, bila orang tua tidak merestui pernikahan kalian lihat juga sikap serta kelakuan dari pasangan kalian. Apa bila sudah terlanjur menjalani rumah tangga, cepat atau lambatnya kalian pasti akan mengetahui tabiat dari masing-masing pasangan kalian, dan sadarilah bahwa itulah penyebabnya mengapa dulu orang tua kalian lebih memilih tidak merestui pernikahan kalian.

Posting Komentar untuk "Amalan Supaya Pernikahan Di Restui Orang Tua (mertua)"